Inilah Hal Terlarang Ketika Ngecas Baterai Smartphone

Salah satu kegiatan yang tidak pernah lepas dari penggunaan smartphone yaitu proses pengisian baterai. Hal ini memang sangat mudah, tapi ada beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukan saat sedang dalam proses pengisian baterai.

Cara pengisian baterai yang benar, tentu akan membuat smartphone terawat. Oleh karena itu, sebaiknya pengguna tidak sembarangan ketika mengisi baterai smartphone.

Pengguna smartphone sebaiknya memperhatikan berbagai hal ketika mengisi daya baterai, mulai dari kondisinya hingga letak smartphone yang ideal. Berikut ada empat hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat sedang mengisi baterai:

1. Jangan tunggu baterai hingga 0%

Setiap baterai memiliki batasan siklus pengisian yang akan memengaruhi performanya. Ketika kamu mengisi daya baterai dalam kondisi 0 persen, maka kemungkinan akan membuat performanya menurun.

Pada sebuah tes pengisian baterai dalam kondisi 25 persen, siklusnya bisa mencapai 1.000 hingga 2.500. Namun, ketika sisanya 0 persen, maka siklus pengisian baterai hanya sekira 300-500 saja.

Melihat hasil pengujian itu, sebaiknya lakukan pengisian baterai smartphone ketika sudah dalam kondisi 30 persen.

2. Jangan lakukan pengisian baterai pada malam hari

Banyak orang kerap melakukan pengisian baterai pada malam, agar bisa menggunakannya esok hari dalam kondisi 100 persen. Padahal, sebaiknya kamu tidak mengisi baterai semalaman karena kapasitasnya bisa berlebihan.

Kapasitas pengisian baterai yang berlebihan tentu bisa mendatangkan bahaya. Ada beberapa kejadian bisa menimbulkan panas dan ledakan.

Bacaan selanjutnya:

3. Jangan pakai charger palsu

Menggunakan charger palsu, tidak dapat menjamin keamanan baterai dan smartphone. Selain rendahnya kualitas, hasil output charger palsu biasanya tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertulis. Misalnya, output tertulis 2A, tapi sebenarnya tidak demikian.

Kami menyarankan kamu untuk menggunakan charger asli atau yang memiliki sertifikasi dari vendor terkait. Charger palsu memang lebih murah, tapi dapat merugikan smartphone dalam jangka panjang.

4. Jangan lakukan pengisian baterai di atas kasur

Sejumlah orang memiliki kebiasaan buruk ketika mengisi daya baterai, salah satunya meletakkan ponsel di atas kasur atau kursi yang empuk. Padahal, sebenarnya ini dapat berdampak buruk pada baterai dan ponsel.

Panas yang dihasilkan saat mengisi baterai, akan semakin bertambah ketika berada di tempat yang empuk. Sebaiknya, lakukan pengisian baterai ponsel di tempat yang keras seperti meja atau lantai.

Advertisements

Mau Tahu Cara Ngetik Pakai Suara di Smartphone

 

Jika dikulik lebih dalam ada banyak fitur maupun aplikasi smartphone yang jauh lebih canggih dibanding kamera. Kamu bahkan bisa memanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari.

Salah satunya adalah memudahkan kamu untuk mengetik. Tak perlu capek-capek pakai keyboard virtual, kamu juga bisa mengetik hanya dengan menggunakan perintah suara.

Namun sayangnya, fitur ini baru bisa digunakan di aplikasi Google Docs. Dalam artian, belum bisa digunakan di aplikasi pesan singkat seperti BBM, Whatsapp, dan Line.

Pun demikian, ini akan memudahkan kamu yang sering mengetik untuk keperluan kerja di smartphone.

Penasaran bagaimana caranya? Berikut ini canggihnya mengetik dengan menggunakan suara di smartphone seperti Brilio.net kutip dari akun Twitter @chirpstory_ed.

Baca juga:

Fitur Voice Harus Aktif

1. Pastikan fitur voice input di keyboard smartphone kamu aktif. Kalau di keyboard kamu ada simbol mic-nya, berarti fitur tersebut telah aktif.

2. Terpenting adalah kamu harus set bahasa di voice input itu dengan Bahasa Indonesia.

Bisa membaca tanda baca

3. Fitur ini juga bisa mengenali beberapa perintah baca seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seru dan lain-lain.

4. Jangan lupa, mengucapkan kata-kata dengan jelas dan dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Jangan disamakan dengan saat berbicara biasanya, ya.

Tak bisa langsung sempurna, kalau memilih untuk mengetik dengan fitur suara ini kamu harus tetap memerhatikan kesalahan-kesalahan. Pasalnya, pasti ada sedikit kesalahan yang dilakukan oleh aplikasi ini.

Inilah Fungsi Lain Airplane Mode pada Smartphone

Ketika naik pesawat, pemilik smartphone kerap kali mengaktifkan fitur Airplane Mode alias mode pesawat.

Dengan mengaktifkan Airplane Mode, penumpang pesawat tetap menggunakan perangkatnya selama penerbangan tanpa takut mengganggu sistem komunikasi pesawat.

Namun, fungsi Airplane Mode ternyata tidak sebatas untuk keselamatan saat penerbangan, ada beberapa fungsi lainnya dari Airplane Mode saat si pengguna smartphone tidak naik pesawat. Apa saja?

1. Menghemat Baterai

Baterai smartphone jadi hal yang cukup berharga saat ini. Bagaimana tidak, bila baterai smartphone habis, penggunanya pasti kebingungan mengingat smartphone telah menjadi salah satu kebutuhan masa kini.

Nah, Airplane Mode bisa kamu aktifkan saat baterai smartphone kamu drop ketika berada di luar rumah. Tujuannya untuk menghemat baterai, apalagi jika kamu harus menghubungi seseorang.

Dengan mengaktifkan fungsi Airplane Mode, proses background yang berjalan di smartphone atau tablet akan berhenti, dengan demikian, baterai pun akan lebih awet.

Hindari Gangguan

2. Menghindari Gangguan

Pernahkah kamu terganggu dengan banyaknya notifikasi dari smartphone saat sedang di perjalanan atau berkendara? Jika pernah, kamu bisa mengaktifkan Airplane Mode.

Dengan mengaktifkan Airplane Mode, kamu tidak akan lagi mendapatkan gangguan dari smartphone dan bisa berkonsentrasi. Tak ada lagi notifikasi yang bakal mengganggu.

Memperkuat Sinyal

3. Memperkuat Sinyal

Pengguna smartphone pasti pernah merasa sinyal pada smartphone-nya lemot bukan?

Hal tersebut tentunya sangat mengesalkan. Ada satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan kembali sinyal pada smartphone, tentunya selain dengan me-restart perangkat.

Ya, caranya dengan mengaktifkan Airplane Mode. Saat fitur ini diaktifkan, semua jaringan smartphone akan otomatis terputus.

Nah, ketika Airplane Mode dinonaktifkan, secara otomatis smartphone akan mencari jaringan baru.

Mempercepat Pengisian Baterai

4. Mempercepat Pengisian Daya Baterai

Saat mengisi daya baterai smartphone, kebanyakan orang selalu mengaktifkan perangkatnya agar tetap bisa dimainkan atau menerima notifikasi.

Hal ini ternyata membuat pengisian daya jadi tidak maksimal. Nah, jika kamu ingin baterai smartphone cepat penuh saat sedang diisi daya, kamu bisa mengaktifkan Airplane mode sembari menghubungkan kabel daya.

Kenapa bisa mempercepat pengisian daya baterai? Penjelasannya, saat Airplane Mode aktif, semua koneksi seluler, WiFi, Bluetooth, hingga GPS akan dimatikan.

Dengan demikian, daya baterai tidak terpakai untuk melakukan banyak aktivitas selain mengisi daya. Hal inilah yang membuat aktivitas pengisian daya akan berlangsung lebih cepat.

Artikel lainnya:

Meningkatkan Kinerja Android

5. Mempercepat Kinerja Android

Kalau perangkat Android kamu lemot, Airplane Mode juga bisa diaktifkan untuk membuatnya tak lagi lemot.

Perlu kamu tahu, salah satu penyebab Android lemot adalah banyaknya data lalu lintas ke luar masuk Android.

Nah, ketika Airplane Mode aktif, semua lalu lintas data akan dimatikan, dengan demikian, smartphone akan cepat kembali dan mengurangi lemotnya.

Nah Cara Untuk Lindungi Reputasi Diri di Media Sosial

Kasus-kasus orang terkena masalah akibat media sosial semakin ke sini, kian santer terdengar.

Ada banyak rentetan kasus yang terjadi, mulai dari yang dipecat akibat melecehkan atau membocorkan rahasia pelanggan, seorang dosen yang dipecat akibat menuliskan pesan SARA di Facebook, dan pernah juga kasus admin sekolah yang dipecat setelah menyuruh seorang murid belajar mengeja karena sang murid melakukan salah ketik.

Media sosial bisa memberikan kita jalur untuk lebih mudah mengekspresikan diri sendiri, dan melahirkan pemikiran seakan kita memiliki audiens yang memperhatikan hidup kita.

Pemahaman itu jelas salah kaprah. Pasalnya, di media sosial justru lebih “berbahaya” karena kita tidak tahu siapa yang akan melihat unggahan dan data pribadi kita.

Berbeda halnya di dunia nyata saat kita bisa menahan sikap ketika ada orang yang tidak kita percaya, di media sosial ada ‘ilusi’ bahwa penggunanya tidak tersentuh.

Belum lagi arus informasi yang terlalu deras sehingga bisa mengaburkan pemahaman kita tentang fakta akurat dan hoax. Akibatnya, pengguna media sosial bisa mudah terprovokasi.

Untuk menghindari hal-hal yang berpotensi merusak reputasi diri kamu di media sosial, berikut Tekno Liputan6.com hadirkan lima tips yang bisa kamu lakukan.

Bacaan Terbaru:

1. Atur Privasi Posting

Sekarang di berbagai media sosial sudah tersedia fitur untuk mengklasifikasi teman-teman kita. Gunakan fitur tersebut untuk memilih mana yang teman dekat, teman biasa, dan mana yang sekadar kenalan.

Pendiri media sosial Vero mengingatkan bahwa media sosial dapat memberi rasa jalinan palsu, di mana semuanya dianggap “teman” atau “pengikut”, padahal di dunia nyata pun tidak semua orang menjadi teman kita.

Di dunia nyata tentunya kita tidak bercerita ke sembarang orang mengenai diri kita, dan di dunia maya harusnya juga begitu. Maka, aturlah setting privasi dengan benar agar pos kita tidak dibaca sembarang orang yang ingin merusak reputasi kita.

2. Ingat, Screenshot Dimana-mana

Ini yang wajib diingat. Memang mudah rasanya mengatakan apapun tanpa perlu mengatakannya, yakni dengan menuliskannya.

Masalahnya, apa yang kita ketik akan meninggalkan jejak, atau yang kerennya disebut dengan istilah jejak digital.

Jangan sampai lupa bahwa fitur screenshot sudah ada dimana-mana. Berhati-hatilah berbicara di media sosial atau grup chat karena apa yang kita katakan dapat dengan mudah di-screenshot orang lain dan disebar tanpa kita ketahui.

3. Jangan Kalap di Grup Chat

Yang sering terjadi di grup chat adalah anggotanya bisa blak-blakan untuk mengobrol seakan tidak ada yang memperhatikan.

Sebelum melakukan hal itu, ada baiknya kamu mengecek siapa saja yang menjadi anggota grup itu. Ini harus diingat terutama bila bergabung di grup chat dengan banyak anggota, baik itu grup pekerjaan maupun grup alumni.

Jangan sampai kamu keasyikan membicarakan orang lain di grup chat, tetapi ternyata teman orang tersebut ada di grup itu juga.

Bisa-bisa omongan kamu akan di-screenshot dan dilaporkan ke orang bersangkutan. Bila itu terjadi, otomatis kehidupan sosialmu akan terganggu.

4. Teliti Sebelum Menyebar Berita

Media abal-abal pasti hobi membuat fake news atau berita bohong yang provokatif dan penuh agenda politik.

Media seperti itu memang jarang dikenal masyarakat, maka taktik mereka adalah menyebarkan berita provokatif lewat aplikasi seperti WhatsApp, sehingga timbul efek berantai.

Berita-berita palsu seperti itu seringnya membahas isu politik. Isinya tidak hanya menyesatkan, melainkan dapat menyebabkan perpecahan.

Jadi, cobalah lebih teliti membaca sumber berita sebelum asal menyebarkannya di WhatsApp atau media sosial lain, jangan sampai kamu tanpa sadar dikenal sebagai penyebar berita bohong.

5. Jangan Mudah Terprovokasi

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, di dunia maya janganlah gampang terprovokasi oleh sebuah kabar yang tidak jelas asalnya.

Bila ada kabar yang kurang mengenakan, ada baiknya bila melakukan kroscek ke media-media lain sebelum menyebarluaskannya.

Akan menjadi masalah bila kamu terprovokasi berita, lalu kemudian marah-marah di media sosial. Bayangkan saja bila kamu sudah marah-marah tapi ternyata berita yang kamu baca adalah berita palsu. Tentunya itu cukup memalukan.

Itulah lima tips di media sosial untuk menjaga reputasi. Utamakan privasi kamu, teliti dalam membaca berita, dan gunakan media sosial dengan cerdas supaya kamu dikenal mencerdaskan orang-orang lain di media sosial.

Berikut Inilah Cara Naik Jadi Epic di Mobile Legends

Ranked Mode merupakan salah satu modus yang menjadi pilihan utama para pemain Mobile Legends. Untuk memenangkan pertarungan di modus ini, tak jarang pemain mengerahkan seluruh kemampuannya.

Sesuai namanya, kemenangan Ranked Mode akan memengaruhi peringkat pemain dalam permainan. Seiring peringkat yang kian tinggi, permainan pun dibuat lebih menantang.

Di Mobile Legends, perbedaan permainan Ranked Mode akan terlihat saat menyentuh peringkat Epic. Sebab, di peringkat ini, mulai diterapkan sistem Draftpick untuk menentukan hero yang dapat dimainkan atau tidak.

Nah, bagi kamu yang ingin menjajal pengalaman tersebut tentu harus bisa menaikkan peringkat hingga Epic. Karena itu, bagi kamu yang ingin meningkatkan peringkat hingga Epic, dapat mencoba tips sederhana di bawah ini.

Silahkan Baca:

1. Main Bersama Teman

Salah satu keuntungan bermain teman adalah kemudahan dalam berinteraksi dan sudah mengetahui karakter masing-masing. Dengan cara ini, kamu pasti akan lebih mudah melakukan kerja sama.

Selain menghindari dari pemain yang tak serius, kamu juga dapat mengajak teman yang memang dikenal jago. Berbekal kerja sama dan kemampuan, kamu pun dapat meraih kemenangan dengan lebih mudah.

2. Pakai Carry Hero

Cara lain yang dapat membantumu meraih kemenangan dalam Ranked Mode adalah memakai carry hero. Sekadar informasi, carry hero biasanya memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemampuan lebih cepat saat melakukan farming.

Carry hero di Mobile Legends juga biasanya dikenal sangat berpengaruh dalam sebuah pertandingan, sehingga dapat menjadi pilihan utama. Hanya, perlu diingat, kamu juga harus mampu mengendalikannya agar kemampuan sang hero dapat dioptimalkan.

Hancurkan Turret hingga Internet Stabil

3. Fokus Hancurkan Turret

Meski sederhana, memilih untuk menghancurkan turret lebih dulu ketimbang mengejar kill dapat membantumu memenangi pertandingan. Sebab, kamu dapat lebih leluasa untuk menjelajah wilayah seluruh peta dan memperoleh exp yang lebih banyak.

4. Main di Jam Malam

Cara ini memang tak terlalu signifikan, tapi dapat menjadi faktor pendorong untuk menaikkan ranking ke level Epic. Dengan memainkan Mobile Legends di malam hari, kamu dapat menghindari bermain dengan pemain muda yang biasanya kurang berpengalaman.

5. Internet yang Stabil

Kunci lain yang tak kalah penting adalah memastikan internet yang stabil. Dengan internet yang stabil, pertandingan yang kami lalui akan berjalan lebih lancar dan terhindar dari masalah gangguan jaringan.

Jika Anda Ingin Jadi Fotografer Andal? Jangan Buang Buku Manual Kamera

Bagi para pecinta fotografi tentunya ingin menjadi fotografer andal yang bisa menangkap berbagai momen dengan sempurna.

Namun semua itu perlu proses dan memerhatikan hal-hal yang kecil, seperti mempelajari atau menelaah apa yang ada pada buku manual kamera.

Silahkan Disimak:

Selain lewat Google untuk mengetahui apa kekurangan dan kelebihan kamera, lewat buku manual kita bisa mengetahui detail menu-menunya. Jadi, jangan sampai membuang buku manual kamera.

Fotografer profesional Ari Amphibia mengatakan, bila ingin jago memotret harus mempelajari buku manual kamera.

“Terkadang setelah unboxing kamera, kotak sama buku manualnya langsung masuk gudang. Padahal kuncinya ada di buku manual,” kata Ari yang ditemui di Pantai Nirwana, Padang, Sumatera Barat saat mengeksplor kamera Fujifilm X-H1.

Setelah itu, fotografer lanskap tersebut melanjutkan, kamera harus sering digunakan untuk melatih sense fotografi.

“Setelah fasih dan mengenal kamera yang kita miliki lebih dalam, harus sering digunakan. Waktu mengenal kamera tidak bisa sebulan dua bulan, bisa memakan waktu enam bulan untuk tahu feel kameranya seperti apa,” ucapnya.

Kemudian, pria berkacamata itu memaparkan, seorang fotografer pemula harus menguasai komposisi untuk tahu memilah dan memilih objek dalam satu foto.

“Kebanyakan orang bingung saat datang ke lokasi mau memotret apa. Mudahnya pilih saja apa yang mau disampaikan dalam foto tersebut. Misalnya, mau menceritakan langit yang cetar, ya komposisi langitnya yang dibanyakin, horisonnya agak dikebawahin,” papar Ari.

Jika Mau Foto Bidikan Smartphone Kamu Makin Kece? 7 Trik Ini Layak Dicoba

Sejalan dengan perkembangan smartphone yang makin canggih, wajar bila perangkat tersebut mampu melakukan banyak hal.

Salah satu hal tersebut adalah mengabadikan gambar dalam bidikan kamera smartphone atau yang sering disebut dengan nama mobile fotography.

Hadirkan kemampuan kamera yang luar biasa, seperti dual aperture, super slo-mo hingga kemampuan megapiksel yang tinggi, bukan sebuah jaminan utama gambar yang dihasilkan akan bagus.

Selain didukung dari segi teknologi, ada baiknya kamu belajar dan mengeksplorasi berbagai cara memotret dengan smartphone agar mampu menghasilkan foto yang bagus.

Penasaran bagaimana caranya? Tanpa panjang lebar, berikut adalah 7 tips untuk membantu kalian menjadi “fotografer mobile profesional”, seperti dilansir Wittyfeed, (19/3/2018).

1. Hindari Filter.

Sering pakai filter saat mengunggah foto di akun media sosial–Instagram, Snapchat, Facebook, dan Twitter? Jika ya, ada baiknya kamu mengurangi penggunaan filter.

Coba untuk mengambil gambar dalam bentuk aslinya, karena menggunakan filter hanya menambah lapisan pada gambar dengan cara yang seragam–seperti orang lain–dan membuat gambar kehilangan ‘identitas’-nya.

Ketimbang menggunakan filter, ada baiknya kamu mengedit gambar melalui aplikasi seperti Snapseed, Pixl, dan lainnya.

2. Jangan Pakai Zoom.

Ketika jarak objek yang diambil cukup jauh, usahakan untuk tidak mengandalkan fitur zoom di smartphone.

Bila memungkinkan, dekati objek yang akan di foto sehingga kamu bisa mengambil gambar lebih detil.

Hal ini dilakukan agar kualitas gambar tidak mengalami penurunan dan menambahkan banyak noise pada gambar.

3. Gunakan Mode HDR.

Mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk menangkap gambar, tapi koreksi warna dan perincian yang mode HDR tawarkan lebih baik daripada mode normal.

4. Tak Perlu Pakai Flash.

Seperti fitur zoom, ada baiknya kamu untuk tidak terlalu mengandalkan lampu flash saat mengambil gambar.

Hal ini disebabkan, flash terlalu mengekspos gambar. Jadi, lebih baik berfoto tanpa flash dan kondisi cahaya alami.

Dengan begini, gambar hasil foto pun akan tampak lebih dramatis.

5. Ambil Beberapa Gambar Sekaligus

Bagi kamu yang pakai smartphone yang memiliki fitur burst, ini akan menjadi cara yang tepat untuk mencari gambar mana yang tampil lebih detail, terang, dan menarik.

Baca juga:

6. Pakai Gridline

Tak dapat dimungkiri, gridline merupakan salah satu fitur yang banyak sekali diabaikan oleh pengguna.

Tak hanya membuat objek yang di ambil fotonya tampak pas di kamera, kamu pun dapat menggunakan gridline ini agar memberikan komposisi foreground dan backgroud objek lebih menarik lagi.

7. Gunakan kedua tangan.

Sebisa mungkin ketika mengambil gambar dengan menggunakan smartphone, ada baiknya kamu menggunakan kedua tangan untuk memegangnya.

Hal ini dilakukan agar smartphone lebih stabil ketika mengambil gambar.

So, mudah bukan? Selama mencoba ya.